LAPORAN ILMU PANGAN DASAR
PENGAMATAN SIFAT FISIK DAN PENENTUAN MUTU
SEREALIA/ BIJI-BIJIAN DAN UMBI-UMBIAN
DAN HASIL OLAHANNYA
“ BERAS KETAN MERAH ”
Oleh :
GOL. 10
KELAS I A
1. ASIH RAMABETTRI ( 132110107 )
2. MENTARI
ADESTYA NINGSIH (NIM. 132110124)

KEMENTRIAN KESEHATAN
JURUSAN GIZI POLTEKKES PADANG
2013
LAPORAN PRATIKUM ILMU PANGAN DASAR
Judul pratikum
: Pengamatan Sifat
Fisik dan Penentuan Mutu Serealia dan Hasil
Olahannya
Topik
Pratikum : Beras Ketan Merah
Praktek ke / Gol : 5 / 10
Hari / tanggal : Selasa / 8 Oktober 2013
Tujuan Pratikum :
1. Mahasiswa
mampu menentukan persamaan dan perbedaan jenis serealia / biji-bjian berdasarkan ciri yang ada.
.
Tinjauan pustaka :
Serealia
(bahasa inggris = cereal), dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian
merupakan sekelompok tanaman yang ditanam untuk di panen biji sebagai sumber
karbohidrat. Di Malaysia di sebut sebagai bijirin. Kebanyakan seralia merupakan
angota dari suku padi-padian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang
paling di kenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga di kenal sebagai
serealia utama adalah padi, jagung, gandum, gandum durum, jelai, haver, dan
gandum hitam. Beberapa tanaman penghasil bijian yang bkan padi-padian juga
sering disebut serealia semu (pseudocereals) ; mencakup buckwheat, bayam biji
dan kinoa. Beberapa serealia juga di kenal sebagai pakan burung bekicau,
seperti jewawut dan berbagai jenis milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman
sepeti sagu, ketela pohon atau kentang tidak di golongkan sebagai serealia
karena bukan di panen bijinya.
Serealia
adalah buah dari rumput yang dibudidayakan, anggota dari family Graminease.
Tanaman serealia yang utama adalah:
a) Gandum e)
Oats
b) Jagung f)
Rogge
c) Padi
g)
Sorgum
d)
Barli
Serealia lain yang mungkin
termasuk daftar ini adalah triticale campuran dari gandum dan rye buatan
manusia. Triticale mempunyai kandungan lisin dan protein yang lebih tinggi dari
pada gandum dan lebih baik dari pada rye. Akan tetapi, potensinya masih belum
digali karena persoalan persoalan dalam teknologi prnggunaannya.
Kebanyakan serealia merupakan
anggota dari suku padi padian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang
paling dikenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga dikenal sebagai
serealia utama adalah padi, jagung, gandum dll. Beberapa tanaman penghasil
bijian yang bukan padi padian juga sering disebut serealia semu; mencangkup buckheat,
bayam bij, dan kinoa.
Serealia dibudidayakan secara
besar besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi
sumber energi bagi manusia dan ternak. Di sebagian negara berkembang, serialia
seringkali merupakan satu satunya sumber karbohidrat.
Bahan :
·
Beras ketan merah
·
Tepung beras ketan
·
Tepung cakra
·
Talas
Alat :
Ø Timbangan
Ø Beaker gelas
Ø Jangka
sorong
Ø Panci
Prosedur Pratikum :
1.
Golongkan jenis bahan
makanan di atas berdasarkan daya tahan, FAO, asal dan DKBM
2.
Warna dan bentuk
Catat warna setiap bahan dan
gambar bentuk secara utuh.
3. Ukuran
Ukur panjang, lebar dan tebal beras, ketan dan jagung menggunakan jangka
sorong (3 biji utuh dan ambil
rata-ratanya )
4.
Timbang sebanyak 100 butir
utuh beras, ketan dan jagung dan nyatakan berat dalam gram/100 butir
5. Densitas
Kamba
Masukkan bahan ke dalam gelas ukur sampai volume 100 ml ( usahakan
pengisian betul-betul padat, kemudian tambang dan nyatakan densitas kamba dalam
gram/ml.
6. % Berat Utuh
Timbang 50-100 gr bahan, pilih yang utuh dan timbang berat yang utuh.
Berat awal
7.
Rasio
Pengembangan
Ukur panjang, lebar/tebal jagung, beras dan ketan,
kemudian masukkan ke dalam air mendidih dan biarkan mendidih selama 5 menit
kemudian angkat. Ukur panjang, lebar/tebal setelah dimasak.
Panjang/lebar/tebal
awal
8. Daya Serap Air Tepung
Timbang
25 gr tepung, tempatkan dalam mangkok. Tambahkan air sedikit demi sedikit
sampai adonan tidak lengket di tangan. Catat jumlah air yang digunakan.
Gram tepung
9.
Catat perbedaan dari tepung-tepungan dari segi warna,
aroma kehalusan
10. Uji Gluten Terigu
Bahan: terigu,
larutan NaCL 1 %
Alat : gelas ukur
5 ml,oven
Cara Kerja:
Timbang
terigu sebanyak 10 gr. Tambahkan larutan
NaCL 1 % sebanyak 5 ml dan uleni sampai membentuk adonan elastis. Bentuk adonan
menjadi bola dan rendaam air selama 1 menit. Cuci dengan air mengalir sampai
air cuciannya jernih. Timbang sisa adonan yang merupakangluten basah. Keringkan
pada suhu 100 0 C ( dalam oven ) dan timbang berat gluten kering. Atau Timbang terigu sebanyak 10
gr. Tambahkan 5 ml air dan uleni sampai membentuk adonan elastis. Biarkan 1
jam. Cuci dengan air mengalir sampai airnya jernih. Timbang sisa adonan yang
merupakan gluten basah. Keringkan pada suhu 100 0 C ( dalam oven )
dan timbang berat gluten kering.
11. Uji “ Bleaching” Terigu
Bahan : terigu, petrolium eter
Alat : gelas kimia
Cara Kerja :
Larutkan
sebanyak 14-15 gr terigu dalam 50 ml petrolium eter. Biarkan sampai mengendap.
Terigu yang tidak dibleaching akan mnyebabkansupernatan bewarna kuning
sedangkan terigu yang dibleaching tidak menimbulkan warna kuning.
Hasil Pratikum :
·
Penggolongan jenis bahan kacang-kacanagn berdasarkan :
a) Daya tahan :
- Beras
ketan merah => Tidak mudah rusak (non perishable)
- Tepung
beras ketan => Tidak mudah rusak (non perishable)
- Tepung
cakra => Tidak mudah rusak (non perishable)
b) FAO
- Beras
ketan merah => Padi-padian
- Tepung
beras ketan => Padi-padian
- Tepung
cakra => Padi-padian
c) DKBM
- Kacang
Merah => Serealia,umbi-umbian dan hasil olahannya
- Kacang
putih => Serealia,umbi-umbian dan hasil olahannya
- Tepung
cakra => Serealia,umbi-umbian dan hasil olahannya
Beras ketan merah
1. Pengamatan
Sifat Fisik dan Penentuan Mutu Serealia dan Hasil Olahannya
|
Nama
Bahan
|
Warna
|
Aroma
|
Kehalusan
|
Ukuran
|
Berat/
100
butir
|
Desensitas
Kamba
|
%
Berat
Utuh
|
|
Beras
Ketan
Merah
|
Putih
Merah
Kecoklatan
|
Wangi
Beras
|
Sedi-
dikit keras
|
Rata
–rata P=0,63 L= 0,62
|
3
gr / 100 butir
|
212/50gr
|
50gr
|
|
Tepung
Cakra
|
Putih
Bersih
|
Wangi
Tepung
|
Bubuk
Halus
|
-
|
-
|
189/50gr
|
-
|
|
Tepung
Beras
|
Putih
Kekuningan/
Warna
Krem
|
Wangi
Tepung
|
Bubuk
Halus
|
-
|
-
|
200/50
gr
|
-
|
|
Talas
|
Coklat
Muda
Isi
Putih
|
Wangi
getah
|
Keras
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
Nama
Bahan
|
Rasio
Pengembangan
|
Daya
Serap Air
|
Berat
Gluten
|
Hasil
Uji Bleaching
|
||
|
Awal
|
Akhir
|
Rasio
|
||||
|
Beras
Ketan
Merah
|
0,64
|
0,2
|
6,6
|
-
|
-
|
-
|
|
Tepung
Cakra
|
-
|
-
|
-
|
80
gr/ml
|
68gr/ml
|
Bleaching
|
|
Tepung
Beras
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
Talas
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Kesimpulan :
Serealia
memiliki berbagai karakteristik, jenis, fisik, maupun warna. Mutu serealia dapat diukur dengan kondisi fisik seperti
warna, ukuran, jumlah beras utuh, kotoran, dan dengan jumlah beras utuh
sendiri, kita dapat menentukan mutu serealia tersebut baik atau tidak. Jika %
utuh serealia tersebut di atas 60%, maka serealia itu memiliki mutu yang baik
dan untuk menghitung kadar air ataupun berat benda(serealia) tersebut juga
dapat menggunakan parameter densitas kamba. Jadi, setelah melakukan praktikum
tentang serealia ini mahasiswa dapat menentukan mutu serealia didalam kehidupan
sehari-hari.
Kriteria
mutu fisik serealia dalam hal ini beras dan jagung adalah dapat ditentukan dari
ada tidaknya kotoran, campuran biji lain, atau benda asing lainnya, kerusakan
pada butir yang disebabkan oleh pecah, patah, dan sebagainya. Selain itu
kriteria mutu sifat beras dan jagung juga ditentukan oleh sifat organoleptik
yang dimiliki yaitu berupa warna, bau, dan kekilapan. Adanya kotoran, benda
asing, campuran bahan lain dan kerusakan pada sifat organoleptik dapat
menurunkan mutu beras.
Proses
pengolahan serealia seharusnya tidak mengurangi nilai gizi. Namun pada waktu
pemasakan, kerusakan dapat disebabkan oleh suhu, waktu, dan pH. Pemanasan yang
tinggi dalam waktu lama dapat mengakibatkan rusaknya nilai gizi tertentu yang
terkandung dalam bahan makanan tersebut. Pada pengolahan serealia sebelumnya
juga tidak dianjurkan untuk mencuci terlalu bersih karena biasanya kandungan
gizi banyak terdapat pada kulit luarnya. Waktu pemasakan yang dibutuhkan oleh
beras berbeda-beda tergantung pada struktur penyusunnya (amilosa dan
amilopektin) dan kualitas beras yang dimasak. Semakin banyak amilopektin yang
menyusun beras, semakin lama pula waktu pemasakan yang dibutuhkan.
Daftar Pustaka
:
Sediaoetama, Achmad D. 2006. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa
dan Profesi. Jakarta: Dian Rakyat
Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Buckle.A.K,et al. 2009. Ilmu Pangan. Jakarta : UI Press
Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Buckle.A.K,et al. 2009. Ilmu Pangan. Jakarta : UI Press
Padang, 20 Oktober 2013
Pembimbing Pratikum, Yang Membuat Laporan,
( ) (
ASIH RAMABETTRI )
NIM. 132110107
Lampiran foto
Beras ketan
merah
Tepung beras ketan

Tepung cakra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar