CSE

Loading

C BOX




My Players Music

Jumat, 20 Desember 2013

Laporan Praktikum Ilmu Pangan Dasar



LAPORAN ILMU PANGAN DASAR
PENGAMATAN SIFAT FISIK DAN PENENTUAN MUTU SEREALIA/ BIJI-BIJIAN DAN UMBI-UMBIAN
DAN HASIL OLAHANNYA
“ BERAS KETAN MERAH ”
Oleh :
GOL. 10
KELAS I A
1.     ASIH RAMABETTRI ( 132110107 )
2.     MENTARI ADESTYA NINGSIH (NIM. 132110124)


KEMENTRIAN KESEHATAN
JURUSAN GIZI POLTEKKES PADANG
2013
LAPORAN PRATIKUM ILMU PANGAN DASAR
         Judul pratikum            : Pengamatan Sifat Fisik dan Penentuan Mutu Serealia dan Hasil
Olahannya
         Topik Pratikum           : Beras Ketan Merah
         Praktek ke / Gol           : 5 / 10        
         Hari / tanggal              : Selasa / 8 Oktober 2013
         Tujuan Pratikum         :
1.      Mahasiswa mampu menentukan persamaan dan perbedaan jenis serealia / biji-bjian           berdasarkan ciri yang ada.
2.      Mahasiswa mampu menentukan mutu serealia / biji-bijian dan hasil olahannya.
  .          Tinjauan pustaka         :
                   Serealia (bahasa inggris = cereal), dikenal juga sebagai sereal atau biji-bijian merupakan sekelompok tanaman yang ditanam untuk di panen biji sebagai sumber karbohidrat. Di Malaysia di sebut sebagai bijirin. Kebanyakan seralia merupakan angota dari suku padi-padian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang paling di kenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga di kenal sebagai serealia utama adalah padi, jagung, gandum, gandum durum, jelai, haver, dan gandum hitam. Beberapa tanaman penghasil bijian yang bkan padi-padian juga sering disebut serealia semu (pseudocereals) ; mencakup buckwheat, bayam biji dan kinoa. Beberapa serealia juga di kenal sebagai pakan burung bekicau, seperti jewawut dan berbagai jenis milet. Walaupun menghasilkan pati, tanaman sepeti sagu, ketela pohon atau kentang tidak di golongkan sebagai serealia karena bukan di panen bijinya.
                   Serealia adalah buah dari rumput yang dibudidayakan, anggota dari family Graminease. Tanaman serealia yang utama adalah:
a)      Gandum                                                  e) Oats        
b)      Jagung                                                    f) Rogge
c)      Padi                                                        g) Sorgum
d)     Barli
                   Serealia lain yang mungkin termasuk daftar ini adalah triticale campuran dari gandum dan rye buatan manusia. Triticale mempunyai kandungan lisin dan protein yang lebih tinggi dari pada gandum dan lebih baik dari pada rye. Akan tetapi, potensinya masih belum digali karena persoalan persoalan dalam teknologi prnggunaannya.
                   Kebanyakan serealia merupakan anggota dari suku padi padian dan disebut sebagai serealia sejati. Anggota yang paling dikenal dan memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga dikenal sebagai serealia utama adalah padi, jagung, gandum dll. Beberapa tanaman penghasil bijian yang bukan padi padian juga sering disebut serealia semu; mencangkup buckheat, bayam bij, dan kinoa.
                   Serealia dibudidayakan secara besar besaran di seluruh dunia, melebihi semua jenis tanaman lain dan menjadi sumber energi bagi manusia dan ternak. Di sebagian negara berkembang, serialia seringkali merupakan satu satunya sumber karbohidrat.
  Bahan :
·         Beras ketan merah       
·         Tepung beras ketan    
·         Tepung cakra
·         Talas
             Alat :
Ø  Timbangan
Ø  Beaker gelas
Ø  Jangka sorong
Ø  Panci
         Prosedur Pratikum :
1.      Golongkan jenis bahan makanan di atas berdasarkan daya tahan, FAO, asal dan DKBM
2.      Warna dan bentuk
 Catat warna setiap bahan dan gambar bentuk secara utuh.
3.      Ukuran
Ukur panjang, lebar dan tebal beras, ketan dan jagung menggunakan jangka sorong  (3 biji utuh dan ambil rata-ratanya )
4.      Timbang sebanyak 100 butir utuh beras, ketan dan jagung dan nyatakan berat dalam gram/100 butir
5.      Densitas Kamba
Masukkan bahan ke dalam gelas ukur sampai volume 100 ml ( usahakan pengisian betul-betul padat, kemudian tambang dan nyatakan densitas kamba dalam gram/ml.
6.      % Berat Utuh
Timbang 50-100 gr bahan, pilih yang utuh dan timbang berat yang utuh.
% Berat Utuh = Berat yang utuh  x 100 %
                                    Berat awal
7.      Rasio Pengembangan
            Ukur  panjang, lebar/tebal jagung, beras dan ketan, kemudian masukkan ke dalam air mendidih dan biarkan mendidih selama 5 menit kemudian angkat. Ukur panjang, lebar/tebal setelah dimasak.
Rasio Pengembangan = Panjang/lebar/tebal bahan setelah dimasak
Panjang/lebar/tebal awal
8.      Daya Serap Air Tepung
            Timbang 25 gr tepung, tempatkan dalam mangkok. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai adonan tidak lengket di tangan. Catat jumlah air yang digunakan.
Daya Serap Air =      ml air        x 100
                             Gram tepung
9.      Catat perbedaan dari tepung-tepungan dari segi warna, aroma kehalusan
10.  Uji Gluten Terigu
Bahan: terigu, larutan NaCL 1 %
Alat : gelas ukur 5 ml,oven
Cara Kerja:
                  Timbang terigu sebanyak  10 gr. Tambahkan larutan NaCL 1 % sebanyak 5 ml dan uleni sampai membentuk adonan elastis. Bentuk adonan menjadi bola dan rendaam air selama 1 menit. Cuci dengan air mengalir sampai air cuciannya jernih. Timbang sisa adonan yang merupakangluten basah. Keringkan pada suhu 100 0 C ( dalam oven ) dan timbang berat gluten kering. Atau Timbang terigu sebanyak 10 gr. Tambahkan 5 ml air dan uleni sampai membentuk adonan elastis. Biarkan 1 jam. Cuci dengan air mengalir sampai airnya jernih. Timbang sisa adonan yang merupakan gluten basah. Keringkan pada suhu 100 0 C ( dalam oven ) dan timbang berat gluten kering.
11.  Uji “ Bleaching” Terigu
Bahan : terigu, petrolium eter
Alat : gelas kimia
Cara Kerja :
                  Larutkan sebanyak 14-15 gr terigu dalam 50 ml petrolium eter. Biarkan sampai mengendap. Terigu yang tidak dibleaching akan mnyebabkansupernatan bewarna kuning sedangkan terigu yang dibleaching tidak menimbulkan warna kuning.
  Hasil Pratikum  :
·                Penggolongan jenis bahan kacang-kacanagn berdasarkan :
a)       Daya tahan :
          -    Beras ketan merah => Tidak mudah rusak (non perishable)
          -    Tepung beras ketan => Tidak mudah rusak (non perishable)
          -    Tepung cakra => Tidak mudah rusak (non perishable)

b)      FAO
          -    Beras ketan merah => Padi-padian
          -    Tepung beras ketan => Padi-padian
          -    Tepung cakra => Padi-padian
c)       DKBM
          -    Kacang Merah => Serealia,umbi-umbian dan hasil olahannya
          -    Kacang putih => Serealia,umbi-umbian dan hasil olahannya
          -    Tepung cakra => Serealia,umbi-umbian dan hasil olahannya
         
Beras ketan merah
1.      Pengamatan Sifat Fisik dan Penentuan Mutu Serealia dan Hasil Olahannya
Nama Bahan
Warna
Aroma
Kehalusan
Ukuran
Berat/
100
butir
Desensitas Kamba
%
Berat
Utuh
Beras
Ketan
Merah
Putih
Merah
Kecoklatan
Wangi
Beras
Sedi- dikit keras
Rata –rata P=0,63 L= 0,62
3 gr / 100 butir
212/50gr
50gr
Tepung
Cakra
Putih Bersih



Wangi
Tepung
Bubuk Halus
-
-
189/50gr
-
Tepung
Beras
Putih
Kekuningan/
Warna Krem
Wangi
Tepung
Bubuk
Halus
-
-
200/50 gr
-
Talas
Coklat
Muda
Isi Putih
Wangi getah

Keras
-
-
-
-

Nama
Bahan
Rasio Pengembangan
Daya Serap Air
Berat
Gluten
Hasil Uji Bleaching
Awal
Akhir
Rasio
Beras
Ketan
Merah
0,64
0,2
6,6
-
-
-
Tepung
Cakra
-
-
-
80 gr/ml
68gr/ml
Bleaching
Tepung
Beras
-
-
-
-
-
-
Talas
-
-
-
-
-
-
         
  Kesimpulan :
                   Serealia memiliki berbagai karakteristik, jenis, fisik, maupun warna. Mutu serealia  dapat diukur dengan kondisi fisik seperti warna, ukuran, jumlah beras utuh, kotoran, dan dengan jumlah beras utuh sendiri, kita dapat menentukan mutu serealia tersebut baik atau tidak. Jika % utuh serealia tersebut di atas 60%, maka serealia itu memiliki mutu yang baik dan untuk menghitung kadar air ataupun berat benda(serealia) tersebut juga dapat menggunakan parameter densitas kamba. Jadi, setelah melakukan praktikum tentang serealia ini mahasiswa dapat menentukan mutu serealia didalam kehidupan sehari-hari. 
                   Kriteria mutu fisik serealia dalam hal ini beras dan jagung adalah dapat ditentukan dari ada tidaknya kotoran, campuran biji lain, atau benda asing lainnya, kerusakan pada butir yang disebabkan oleh pecah, patah, dan sebagainya. Selain itu kriteria mutu sifat beras dan jagung juga ditentukan oleh sifat organoleptik yang dimiliki yaitu berupa warna, bau, dan kekilapan. Adanya kotoran, benda asing, campuran bahan lain dan kerusakan pada sifat organoleptik dapat menurunkan mutu beras.
                   Proses pengolahan serealia seharusnya tidak mengurangi nilai gizi. Namun pada waktu pemasakan, kerusakan dapat disebabkan oleh suhu, waktu, dan pH. Pemanasan yang tinggi dalam waktu lama dapat mengakibatkan rusaknya nilai gizi tertentu yang terkandung dalam bahan makanan tersebut. Pada pengolahan serealia sebelumnya juga tidak dianjurkan untuk mencuci terlalu bersih karena biasanya kandungan gizi banyak terdapat pada kulit luarnya. Waktu pemasakan yang dibutuhkan oleh beras berbeda-beda tergantung pada struktur penyusunnya (amilosa dan amilopektin) dan kualitas beras yang dimasak. Semakin banyak amilopektin yang menyusun beras, semakin lama pula waktu pemasakan yang dibutuhkan.

Daftar Pustaka          :
Sediaoetama, Achmad D. 2006. Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Dian Rakyat
Almatsier, Sunita. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Buckle.A.K,et al. 2009. Ilmu Pangan. Jakarta : UI Press
                                                                                                  Padang, 20 Oktober 2013
Pembimbing Pratikum,                                                             Yang Membuat Laporan,

(                                   )                                                            (  ASIH RAMABETTRI )
                                                                                                         NIM. 132110107


Lampiran foto

Beras ketan merah                 
http://besekan.com/wp-content/uploads/2011/08/beras-merah.jpg         
Tepung beras ketan
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSLqWQRUSvsvFcaYO59UtqiObIq9SfQ-d86PmhlqjFE8R7J3o0_
Tepung cakra
http://wirasetododdy.files.wordpress.com/2011/12/tepung.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar